CILEGON – Proses penyelamatan KMP Batumandi yang tenggelam di perairan Merak mulai memasuki tahap krusial. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak menargetkan pengapungan kapal atau salvage bisa dieksekusi mulai pekan depan.
General Manager ASDP Merak, Umar Imran Batubara, mengungkapkan saat ini pihaknya masih menyeleksi perusahaan salvage yang mumpuni untuk menangani operasi berisiko tinggi tersebut.
“Kami sedang menjaring pelaksana yang benar-benar punya kapasitas. Harapannya dua sampai tiga hari ke depan sudah ada gambaran teknis yang jelas,” ujar Umar saat ditemui di Cilegon, Minggu (25/10/2026).
Sejauh ini, proses penjajakan sudah berjalan. Setelah satu perusahaan melakukan survei awal, dua perusahaan lain ikut turun meninjau langsung kondisi bangkai kapal pada Jumat kemarin untuk menyusun rencana pengangkatan.
Menurut Umar, tahap pengapungan ini menjadi kunci. Selain menentukan keberhasilan penanganan selanjutnya, aspek keselamatan di lokasi kejadian menjadi prioritas utama.

Jika berhasil diapungkan, KMP Batumandi tidak langsung dibongkar di lokasi. Kapal akan ditarik ke galangan untuk penanganan lebih lanjut.
Untuk lokasi tujuan, ASDP menyiapkan dua alternatif:
Galangan di Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten
Galangan di wilayah Lampung
Keputusan final soal galangan mana yang dipilih akan dibahas bersama KSOP dan Polairud. Pertimbangannya menyesuaikan kondisi teknis kapal setelah berhasil diangkat dari dasar laut.
Di sisi lain, Umar juga menyinggung riwayat perawatan kapal sebelum kecelakaan. KMP Batumandi tercatat sempat naik dok pada Maret 2026 lalu.
Namun, perawatan saat itu hanya sebatas perbaikan pintu rampa atau ramp door. Setelah itu, kapal dinyatakan layak dan kembali melayani penyeberangan seperti biasa.
“Saat ini fokus kami hanya satu, bagaimana kapal ini bisa diapungkan dulu. Soal docking lanjutan akan diputuskan setelah koordinasi dengan pihak berwenang,” tutupnya.
Red
















