BANTEN , Info Pelabuhan — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan Provinsi Banten memiliki peran sangat strategis dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026. Pasalnya, Banten masuk lima besar provinsi asal pergerakan masyarakat dengan potensi mobilitas mencapai 11,17 juta orang, sekaligus menjadi lokasi simpul transportasi terpadat berupa pelabuhan penyeberangan dan bandara, Selasa 17/2/2026.
Hal tersebut disampaikan Menhub saat berkoordinasi dengan Gubernur Banten Andra Soni di Pendopo Gubernur Banten, Pada Senin (16/2). Menhub menyebut, arus kendaraan dari Pulau Jawa—khususnya Jakarta—menuju Sumatera melalui jalur darat dan penyeberangan akan melewati wilayah Banten.
“Bandara Soekarno-Hatta merupakan bandara asal dan tujuan favorit dengan proyeksi 3,18 juta penumpang. Sementara lintas penyeberangan Merak–Bakauheni diperkirakan menjadi yang terpadat dengan total hingga 6 juta penumpang,” ujar Menhub.
Untuk mendukung kelancaran angkutan penyeberangan, Kementerian Perhubungan menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan pada 15 lintas penyeberangan. Khusus menuju Pelabuhan Merak, disiapkan lima titik delaying system yakni Rest Area KM 13 A, KM 43 A, KM 68 A, Cikuasa Atas, serta JLS Ciwandan.
Selain itu, pemerintah menyiapkan lima jalur penyeberangan sebagai contingency plan, meliputi Merak–Bakauheni, Ciwandan–WIKA Beton, Ciwandan–Bakauheni, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, serta Krakatau Bandar Samudera–Pelabuhan Panjang.
“Ciwandan akan melayani kendaraan roda dua dan truk kecil. Merak fokus pada kendaraan pribadi dan bus, sementara Bojonegara melayani truk besar. Ini upaya memecah kepadatan dengan mengoptimalkan empat pelabuhan di Banten,” jelas Menhub.
Menhub juga meminta Pemprov Banten mengantisipasi potensi kepadatan akibat pasar tumpah dan destinasi wisata. Sejumlah titik yang perlu diwaspadai antara lain Pasar Kranggot, Pasar Kalodran, Pasar Sentiong, serta kawasan wisata Pantai Anyer, Pantai Carita, dan Tanjung Lesung.
Di sisi keselamatan, Menhub menyoroti keberadaan 157 perlintasan sebidang di Banten. Untuk meningkatkan pengawasan, telah ditambah 43 penjaga perlintasan, dengan prioritas pengamanan pada jalur arteri menuju dan dari kawasan Pelabuhan Merak. Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi terhadap titik rawan banjir dan longsor melalui kolaborasi UPT Kemenhub, Pemprov Banten, dan pemangku kepentingan terkait.
Kegiatan koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Kemenhub, Sekretaris Daerah Provinsi Banten, para kepala daerah kabupaten/kota, serta unsur Forkopimda Provinsi Banten.**/DD














