JAKARTA — PT Pelayaran Surya Timur Line terus memperkuat ekspansi bisnis di sektor transportasi laut dengan resmi membuka layanan penyeberangan kapal Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) pada rute Jangkar, Jawa Timur–Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selasa (30/6/26)
Pembukaan rute baru tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jaringan operasional setelah rencana pengoperasian lintasan Kendal, Jawa Tengah–Kumai, Kalimantan Tengah, batal direalisasikan. Sebagai langkah lanjutan, perusahaan mengalihkan fokus ke rute Jangkar–Lembar yang dinilai memiliki potensi dan kebutuhan layanan yang tinggi.
Rute Jangkar–Lembar selama ini hanya dilayani oleh satu armada, yakni KMP Trimas Laila. Kondisi tersebut menyebabkan terbatasnya kapasitas angkut serta waktu tunggu penyeberangan yang cukup lama, sehingga kerap dikeluhkan oleh masyarakat maupun pelaku usaha logistik.
Hadirnya armada baru dari PT Pelayaran Surya Timur Line diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengurangi antrean dan penundaan jadwal penyeberangan yang selama ini terjadi.
Untuk melayani lintasan tersebut, perusahaan mengoperasikan KMP Shalem, kapal Ro-Ro yang sebelumnya beroperasi di lintasan Merak–Bakauheni. Kapal tersebut direlokasi pada 2024 dan semula dipersiapkan untuk melayani rute Kendal–Kumai pada 2025.
Namun, setelah rencana pembukaan lintasan Kendal–Kumai dibatalkan, manajemen memutuskan mengalihkan KMP Shalem ke rute Jangkar–Lembar guna memenuhi kebutuhan layanan penyeberangan di jalur tersebut.
Dengan beroperasinya KMP Shalem, PT Pelayaran Surya Timur Line berharap mobilitas penumpang, kendaraan, serta distribusi logistik antara Pulau Jawa dan Lombok dapat berlangsung lebih lancar, efektif, dan efisien. Penambahan armada ini juga diharapkan mampu memangkas waktu tunggu penyeberangan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jasa.
Red
















