Jakarta — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara resmi menutup Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (5/1). Pemerintah menilai penyelenggaraan angkutan Nataru tahun ini berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Menhub Dudy mengatakan, sejak posko dibuka pada 18 Desember 2025, seluruh dinamika pergerakan masyarakat telah terpantau dengan baik. Pemantauan mencakup aspek keselamatan, kelancaran arus kendaraan, hingga ketepatan waktu layanan transportasi di berbagai moda.
“Secara umum, penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan dengan baik dan terkendali. Seluruh data pergerakan masyarakat telah tercatat dan terhimpun secara digital untuk dilakukan evaluasi menyeluruh,” ujar Dudy dalam sambutannya.
Ia menegaskan, data yang dihimpun selama masa Nataru tidak hanya menjadi laporan akhir, tetapi akan menjadi dasar penting dalam menyusun langkah antisipasi penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026. Menurutnya, kompleksitas angkutan Lebaran umumnya lebih tinggi dibandingkan Nataru karena volume pergerakan masyarakat yang jauh lebih besar.
Sebagai tindak lanjut, Kemenhub mencatat sejumlah catatan strategis untuk perbaikan ke depan. Di antaranya memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi sejak dini, khususnya pada moda kereta api, bus, penyeberangan, dan angkutan laut, baik dari sisi jumlah armada maupun kondisi teknis.
Selain itu, penguatan manajemen operasional di simpul-simpul transportasi seperti terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara dinilai krusial agar lonjakan penumpang dapat dikelola dengan lebih baik. Aspek keselamatan dan pengawasan juga ditekankan tetap menjadi prioritas melalui inspeksi teknis dan disiplin terhadap standar keselamatan.
Menhub juga menyoroti pentingnya optimalisasi pemanfaatan data dan sistem digital dalam pengambilan keputusan lintas sektor, agar seluruh pemangku kepentingan dapat merespons situasi di lapangan secara cepat dan terkoordinasi.
Menurut Dudy, penyelenggaraan Nataru 2025/2026 memiliki tantangan tersendiri karena beriringan dengan terjadinya bencana di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan ekstra serta koordinasi lintas sektor yang lebih intensif.
“Kehadiran negara melalui kerja nyata dan pelayanan maksimal menjadi sangat penting, terutama di tengah situasi bencana,” kata Dudy.
Pada kesempatan itu, Menhub menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN, operator transportasi, hingga petugas di lapangan. Ia juga mengapresiasi masyarakat dan media yang dinilai turut mendukung kelancaran Nataru melalui kepatuhan dan penyampaian informasi yang berimbang.
Menhub berharap, evaluasi dan pembelajaran selama Nataru 2025/2026 dapat menjadi bekal penting dalam menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 agar berlangsung lebih aman, selamat, dan tertib.
Penutupan posko turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana, jajaran pimpinan tinggi Kemenhub, Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, serta perwakilan kementerian, lembaga, dan BUMN sektor transportasi. (Red)














