• Latest
  • Trending

Kebijakan SKB Disebut Bikin Kapal Ferry “Rugi Jalan”, Gapasdap Minta Evaluasi.

March 10, 2026
Dua Kapal ASDP Cabang Merauke Tunda Pelayaran, Ini Penjelasan GM Rizal Agustiar

Dua Kapal ASDP Cabang Merauke Tunda Pelayaran, Ini Penjelasan GM Rizal Agustiar

July 25, 2026
Beri Award untuk PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak sebagai Mitra Pers, PJS Kukuhkan Pengurus Daerah pada Malam Anugerah Munas III

Beri Award untuk PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak sebagai Mitra Pers, PJS Kukuhkan Pengurus Daerah pada Malam Anugerah Munas III

July 23, 2026
PJS Kumpulkan Pengurus se-Indonesia, Siap Ketuk Pintu Dewan Pers.

PJS Kumpulkan Pengurus se-Indonesia, Siap Ketuk Pintu Dewan Pers.

July 21, 2026
ASDP Percepat Sterilisasi Enam Pelabuhan Demi Layanan Penyeberangan Modern Berstandar Keselamatan Tinggi

ASDP Percepat Sterilisasi Enam Pelabuhan Demi Layanan Penyeberangan Modern Berstandar Keselamatan Tinggi

July 17, 2026
Kapolsek KSKP Merak IPTU Agie Dwisetio Putra Perkuat Sinergi dengan Awak Media

Kapolsek KSKP Merak IPTU Agie Dwisetio Putra Perkuat Sinergi dengan Awak Media

July 16, 2026
ASDP Merak Tingkatkan Standar Keselamatan Melalui Sterilisasi Kawasan dan Pembangunan Pedestrian Fence

ASDP Merak Tingkatkan Standar Keselamatan Melalui Sterilisasi Kawasan dan Pembangunan Pedestrian Fence

July 14, 2026
Perbaikan Fender Dermaga 7 Jadi Upaya Tingkatkan Keselamatan Sandar Kapal di ASDP Cabang Merak

Perbaikan Fender Dermaga 7 Jadi Upaya Tingkatkan Keselamatan Sandar Kapal di ASDP Cabang Merak

July 12, 2026
Merak VTS Keluarkan Peringatan Navigasi, Kapal Diminta Jauhi Anak Krakatau Radius 5 Mil Laut

Merak VTS Keluarkan Peringatan Navigasi, Kapal Diminta Jauhi Anak Krakatau Radius 5 Mil Laut

July 4, 2026
Lemahnya Pengawasan SPM Disorot, Area Bermain Anak di KMP Wira Qaila Dipertanyakan, Sudah Sesuai Standar Keselamatan?

Lemahnya Pengawasan SPM Disorot, Area Bermain Anak di KMP Wira Qaila Dipertanyakan, Sudah Sesuai Standar Keselamatan?

July 3, 2026
PT Pelayaran Surya Timur Line Resmi Ekspansi ke Rute Jangkar–Lembar, KMP Shalem Mulai Beroperasi

PT Pelayaran Surya Timur Line Resmi Ekspansi ke Rute Jangkar–Lembar, KMP Shalem Mulai Beroperasi

June 30, 2026
TNI AL Perkuat Profesionalisme Prajurit, Komandan Kodaeral III Resmikan Lapangan Tembak di Banten

TNI AL Perkuat Profesionalisme Prajurit, Komandan Kodaeral III Resmikan Lapangan Tembak di Banten

June 26, 2026
GAPASDAP Merak Mengucapkan Selamat Hari Pelaut Sedunia 2026

GAPASDAP Merak Mengucapkan Selamat Hari Pelaut Sedunia 2026

June 26, 2026
Retail
Wednesday, July 29, 2026
Subscription
Advertise
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Nasional
  • Daerah
  • Kelautan & Perikanan
  • Pelabuhan
  • Transportasi
  • Umum
  • Kelautan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Info Pelabuhan
No Result
View All Result

Kebijakan SKB Disebut Bikin Kapal Ferry “Rugi Jalan”, Gapasdap Minta Evaluasi.

by admin
March 10, 2026
in Transportasi
0

BANTEN, Info Pelabuhan – Pengusaha kapal penyeberangan yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) menyoroti sejumlah persoalan yang muncul selama kebijakan pengaturan arus mudik Lebaran melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas instansi.

Meski mendukung upaya pemerintah menjaga kelancaran dan keselamatan transportasi, para operator kapal mengaku menghadapi tantangan berat di lapangan.

YOU MAY ALSO LIKE

ASDP Merak Tingkatkan Standar Keselamatan Melalui Sterilisasi Kawasan dan Pembangunan Pedestrian Fence

Merak VTS Keluarkan Peringatan Navigasi, Kapal Diminta Jauhi Anak Krakatau Radius 5 Mil Laut

Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo mengungkapkan, pada lintasan penyeberangan utama seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal sebenarnya sudah lebih dari cukup.

Namun persoalan utama justru berada pada keterbatasan kapasitas dermaga, sehingga banyak kapal tidak dapat beroperasi secara optimal.

“Pada kondisi tertentu kapal tiba di pelabuhan tujuan hanya bongkar kendaraan, lalu kembali berangkat tanpa muatan,” ujar Khoiri dalam keterangannya yang dikutip dari Ocean Week.

Kondisi ini dikenal dengan pola operasi TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat). Dalam skema tersebut kapal tetap harus berlayar dengan biaya operasional penuh, tetapi tanpa pendapatan dari muatan balik.

“Artinya operator tetap menanggung biaya besar demi menjaga kelancaran Angkutan Lebaran,” katanya.

Ironisnya, ketika pelabuhan utama relatif lengang, pelabuhan penunjang seperti Pelabuhan Bandar Bakau Jaya dan Pelabuhan Ciwandan justru dipadati antrean kendaraan barang yang mengular.

Selain persoalan operasional, Gapasdap juga menyoroti kebijakan ekonomi di sektor penyeberangan yang dinilai belum memberikan fleksibilitas seperti moda transportasi lain.

Menurut Khoiri, sektor penerbangan, kereta api, hingga angkutan darat diperbolehkan menerapkan tarif dinamis hingga batas atas pada periode puncak perjalanan. Sementara di sektor penyeberangan kebijakan tersebut belum diterapkan.

“Padahal tarif dinamis bisa membantu mendistribusikan arus kendaraan agar tidak menumpuk pada waktu dan pelabuhan tertentu,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Banten Alawi Mahmud menilai penggunaan Pelabuhan Ciwandan sebagai pelabuhan penyeberangan saat mudik Lebaran 2026 juga berdampak pada kegiatan industri.

Menurutnya, selama masa Lebaran aktivitas kargo di pelabuhan tersebut dihentikan sehingga pengiriman bahan baku dan barang ekspor menjadi tertunda.

“Industri membutuhkan bahan baku dan pengiriman barang. Ketika pelabuhan digunakan untuk mudik, otomatis pengapalan barang tertunda dan pengusaha dirugikan,” kata Alawi.

Ia menilai pemerintah seharusnya dapat mengoptimalkan operasional di Pelabuhan Merak tanpa harus membuka pelabuhan penunjang lainnya.

Hal senada disampaikan Ketua Gapasdap Merak Togar Napitupulu. Menurut dia, jika pengaturan dilakukan dengan tegas dan optimal, Pelabuhan Merak sebenarnya mampu menampung aktivitas penyeberangan saat mudik.

“Merak memiliki tujuh dermaga. Kalau diatur dengan baik, sebenarnya cukup tanpa harus membuka pelabuhan lain,” ujarnya.

Gapasdap berharap pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan operasional dan ekonomi di sektor penyeberangan agar sistem transportasi saat Angkutan Lebaran ke depan dapat berjalan lebih efisien, adil, dan berkelanjutan. (***)

Tags: Angkutan Lebaran 2026ASDPGapasdapKementerian perhubunganKSOP BantenMerak BakauheniPolda Banten
ShareSend

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

No Result
View All Result

Recent News

Dua Kapal ASDP Cabang Merauke Tunda Pelayaran, Ini Penjelasan GM Rizal Agustiar

Dua Kapal ASDP Cabang Merauke Tunda Pelayaran, Ini Penjelasan GM Rizal Agustiar

July 25, 2026
Beri Award untuk PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak sebagai Mitra Pers, PJS Kukuhkan Pengurus Daerah pada Malam Anugerah Munas III

Beri Award untuk PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak sebagai Mitra Pers, PJS Kukuhkan Pengurus Daerah pada Malam Anugerah Munas III

July 23, 2026
PJS Kumpulkan Pengurus se-Indonesia, Siap Ketuk Pintu Dewan Pers.

PJS Kumpulkan Pengurus se-Indonesia, Siap Ketuk Pintu Dewan Pers.

July 21, 2026
Info Pelabuhan

© 2026 Info Pelabuhan - Website by D-IT Development.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Nasional
  • Daerah
  • Kelautan & Perikanan
  • Pelabuhan
  • Transportasi
  • Umum
  • Kelautan
  • Ekonomi

© 2026 Info Pelabuhan - Website by D-IT Development.