BANTEN , Info Pelabuhan— Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banten terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 (1447 H) guna memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi darat dan penyeberangan di wilayah Provinsi Banten, Jumat 6/2/2026.
Persiapan tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi lintas instansi yang melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Ditlantas Polda Banten, KSOP Kelas I Banten, hingga para pemangku kepentingan sektor transportasi seperti PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, PT Pelindo, PT Bandar Bakau Jaya (BBJ), serta Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP).
Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, baik dari sisi sarana maupun prasarana transportasi. Salah satunya adalah koordinasi penyediaan bahan bakar bagi kapal penyeberangan bersama operator pelayaran, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), guna memastikan operasional kapal tetap berjalan optimal selama masa mudik.
Selain itu, peningkatan kesiapan fasilitas transportasi juga dilakukan melalui berbagai inspeksi dan evaluasi terhadap sarana transportasi darat serta kapal penyeberangan yang akan melayani arus mudik dan arus balik Lebaran.
Pemeriksaan kesiapan operasional juga telah dilakukan di Pelabuhan Merak. Pemeriksaan tersebut mencakup fasilitas pelayanan penumpang, kesiapan dermaga, sistem keamanan pelabuhan, serta sarana pendukung lainnya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, sejumlah rekomendasi perbaikan telah disampaikan kepada operator pelabuhan maupun perusahaan pelayaran agar pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik dapat berjalan optimal.
Untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan pada Angkutan Lebaran tahun ini, pemerintah juga akan mengoperasikan beberapa pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan BBJ Bojonegara.
Tidak hanya fokus pada sektor penyeberangan, BPTD Kelas II Banten juga terus menggencarkan inspeksi keselamatan atau rampcheck terhadap kendaraan angkutan umum, khususnya bus yang beroperasi di terminal tipe A maupun pool operator angkutan di wilayah kerja BPTD Banten.
Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi selama masa mudik memenuhi persyaratan teknis dan administratif, sehingga dapat menjamin keselamatan penumpang.
Kepala BPTD Kelas II Banten, Eko Indra Yanto, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini berjalan aman dan lancar.
“Kami berkomitmen memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan selamat. Seluruh aspek transportasi, baik sarana, prasarana maupun sumber daya manusia terus kami siapkan melalui koordinasi lintas instansi agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan nyaman dan aman,” ujarnya.
Selain itu, berbagai dukungan operasional juga telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik.
Beberapa di antaranya meliputi penyediaan kendaraan derek, bengkel siaga, kendaraan Variable Message Sign (VMS), serta rambu portable yang akan ditempatkan di sejumlah ruas jalan nasional guna membantu mengarahkan kendaraan menuju pelabuhan tujuan.
BPTD Banten juga akan membantu pihak kepolisian dalam penebalan personel di titik-titik strategis yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas.
Melalui berbagai langkah tersebut, BPTD Kelas II Banten berharap pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan tertib, aman, dan memberikan pelayanan transportasi yang optimal bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.














