• Latest
  • Trending

Di Balik Wewenang: Ketika Kuasa Kehilangan Jarak

April 17, 2026
MERAK – Keributan Warnai Demo LSM Laskar NKRI di ASDP Merak, Tokoh Pemuda dan LSM Beda Pandangan Soal Etika Aksi

MERAK – Keributan Warnai Demo LSM Laskar NKRI di ASDP Merak, Tokoh Pemuda dan LSM Beda Pandangan Soal Etika Aksi

October 30, 2026
Ratusan Warga Pulomerak Gelar Istighosah di ASDP Merak, Doakan Keselamatan Pasca Kebakaran KMP Batumandi

Ratusan Warga Pulomerak Gelar Istighosah di ASDP Merak, Doakan Keselamatan Pasca Kebakaran KMP Batumandi

October 29, 2026
ASDP Operasikan KMP Portlink III, Perkuat Layanan Merak-Bakauheni

ASDP Operasikan KMP Portlink III, Perkuat Layanan Merak-Bakauheni

October 27, 2026
ASDP AMANKAN LOKASI KMP BATUMANDI: BUOY TERPASANG, OIL BOOM DIGELAR CEGAH CEMARAN 

ASDP AMANKAN LOKASI KMP BATUMANDI: BUOY TERPASANG, OIL BOOM DIGELAR CEGAH CEMARAN 

October 26, 2026
Polda Banten Periksa 18 Saksi Kebakaran KMP Batumandi, Nakhoda Menyusul Diperiksa

Polda Banten Periksa 18 Saksi Kebakaran KMP Batumandi, Nakhoda Menyusul Diperiksa

October 25, 2026
Diapungkan Pekan Depan, KMP Batumandi Ditarik ke Galangan Bojonegara atau Lampung

Diapungkan Pekan Depan, KMP Batumandi Ditarik ke Galangan Bojonegara atau Lampung

October 25, 2026
Aksi Cepat Nelayan Evakuasi Korban KMP Batumandi Dapat Apresiasi ASDP, Disebut “Superheroes Of The Sea”

Aksi Cepat Nelayan Evakuasi Korban KMP Batumandi Dapat Apresiasi ASDP, Disebut “Superheroes Of The Sea”

October 22, 2026
KMP Batumandi yang Terbakar di Merak Tenggelam

KMP Batumandi yang Terbakar di Merak Tenggelam

October 22, 2026
Pascainsiden KMP Batu Mandi, ASDP Fasilitasi Pemulangan Penumpang

Pascainsiden KMP Batu Mandi, ASDP Fasilitasi Pemulangan Penumpang

October 21, 2026
420 Penumpang KMP Batu Mandi Dievakuasi Selamat, ASDP Pastikan Layanan Pelabuhan Eksekutif Merak Tetap Normal

420 Penumpang KMP Batu Mandi Dievakuasi Selamat, ASDP Pastikan Layanan Pelabuhan Eksekutif Merak Tetap Normal

October 21, 2026
KMP Batu Mandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, ASDP Prioritaskan Evakuasi Penumpang

KMP Batu Mandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, ASDP Prioritaskan Evakuasi Penumpang

October 20, 2026
Vendor Kantin Kapal Raputra 1 & 2 dan BSP1 – Salvator Gelar Santunan Anak Yatim di Merak

Vendor Kantin Kapal Raputra 1 & 2 dan BSP1 – Salvator Gelar Santunan Anak Yatim di Merak

October 9, 2026
Retail
Friday, October 30, 2026
Subscription
Advertise
  • Nasional
  • Daerah
  • Kelautan & Perikanan
  • Pelabuhan
  • Transportasi
  • Umum
  • Kelautan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Info Pelabuhan
No Result
View All Result

Di Balik Wewenang: Ketika Kuasa Kehilangan Jarak

Oleh: Red infopelabuhan.com

by admin
April 17, 2026
in Daerah, Nasional, Pelabuhan, Transportasi, Umum
0

Dalam setiap struktur pemerintahan, pejabat publik memegang peran yang tidak sederhana. Ia bukan sekadar pelaksana aturan, melainkan juga representasi dari negara itu sendiri. Keputusan, sikap, bahkan isyarat yang ia berikan kerap dibaca sebagai perpanjangan dari otoritas institusi.

YOU MAY ALSO LIKE

MERAK – Keributan Warnai Demo LSM Laskar NKRI di ASDP Merak, Tokoh Pemuda dan LSM Beda Pandangan Soal Etika Aksi

Ratusan Warga Pulomerak Gelar Istighosah di ASDP Merak, Doakan Keselamatan Pasca Kebakaran KMP Batumandi

Di sinilah letak kerentanannya, Dugaan intervensi terhadap pengelolaan usaha di atas kapal di lintasan Merak–Bakauheni mengajak kita melihat lebih dekat pada posisi pejabat sebagai pemegang kewenangan. Bukan semata apa yang dilakukan, tetapi bagaimana kuasa itu bekerja melalui dirinya. Sebab dalam praktiknya, kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk instruksi formal. Ia dapat muncul dalam nada percakapan, dalam saran yang terasa seperti arahan, bahkan dalam diam yang mengandung makna.Sabtu (4/4/26)

Seorang pejabat, terlebih yang memiliki kewenangan regulatif, berdiri dalam posisi yang asimetris terhadap pelaku usaha. Dalam relasi semacam itu, batas antara komunikasi dan tekanan menjadi tipis. Apa yang mungkin dimaksudkan sebagai “permintaan” dapat diterjemahkan sebagai “keharusan”. Apa yang tampak sebagai “opsi” dapat dirasakan sebagai “risiko” jika diabaikan.

Filsuf menyebut bahwa kekuasaan modern bekerja bukan hanya melalui larangan atau perintah, tetapi melalui produksi kepatuhan. Ia tidak perlu selalu memaksa; cukup menciptakan kondisi di mana pihak lain merasa perlu menyesuaikan diri. Dalam konteks ini, kekhawatiran pelaku usaha terhadap izin operasional menjadi cermin bagaimana kuasa dapat bekerja secara halus namun efektif.

Namun, persoalan menjadi lebih kompleks ketika kekuasaan tidak lagi berhenti pada fungsi regulatif, melainkan mulai beririsan dengan kepentingan pribadi. Di titik ini, muncul apa yang dapat disebut sebagai kecenderungan oportunistik—ketika kewenangan dimanfaatkan untuk membuka ruang keuntungan tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Praktik semacam ini sering kali tidak tampil secara terang. Ia beroperasi di wilayah abu-abu, memanfaatkan celah relasi dan ketimpangan posisi. Kepentingan pribadi tidak selalu dinyatakan, tetapi dapat terbaca melalui pola: arah komunikasi, pihak yang diuntungkan, serta konsekuensi yang dibayangkan jika “arahan” tidak diikuti.

Yang menjadi persoalan bukan hanya kemungkinan adanya penyimpangan, tetapi juga kesadaran akan batas. Sejauh mana seorang pejabat mampu menahan diri untuk tidak melampaui wilayah yang bukan menjadi domainnya? Di titik ini, integritas tidak lagi sekadar soal kepatuhan terhadap aturan tertulis, melainkan kemampuan menjaga jarak dari godaan untuk menggunakan kewenangan demi kepentingan yang lebih sempit.

Dalam sektor strategis seperti transportasi laut, posisi pejabat menjadi semakin krusial. Ia berada di simpul yang menghubungkan kepentingan negara, pelaku usaha, dan publik. Setiap langkah yang diambil—atau bahkan yang diisyaratkan—dapat menggeser keseimbangan di antara ketiganya.

Karena itu, persoalan dugaan intervensi ini tidak cukup dilihat sebagai isu individual, melainkan sebagai refleksi sistemik. Ia menunjukkan betapa pentingnya membangun kultur kelembagaan yang tidak hanya mengandalkan aturan, tetapi juga etika kekuasaan. Sebab tanpa etika, kewenangan mudah berubah menjadi privilese—dan dari sana, menjadi instrumen kepentingan.

Pada akhirnya, kekuasaan selalu membawa kemungkinan untuk melampaui batas. Namun justru di situlah ukuran seorang pejabat ditentukan: bukan pada seberapa besar kewenangan yang dimiliki, melainkan pada seberapa jauh ia mampu menahan diri untuk tidak menggunakannya secara berlebihan.

Sebab negara yang kuat tidak hanya ditopang oleh aturan yang tegas, tetapi juga oleh pejabat yang tahu di mana harus berhenti.

Red

ShareSend

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

No Result
View All Result

Recent News

MERAK – Keributan Warnai Demo LSM Laskar NKRI di ASDP Merak, Tokoh Pemuda dan LSM Beda Pandangan Soal Etika Aksi

MERAK – Keributan Warnai Demo LSM Laskar NKRI di ASDP Merak, Tokoh Pemuda dan LSM Beda Pandangan Soal Etika Aksi

October 30, 2026
Ratusan Warga Pulomerak Gelar Istighosah di ASDP Merak, Doakan Keselamatan Pasca Kebakaran KMP Batumandi

Ratusan Warga Pulomerak Gelar Istighosah di ASDP Merak, Doakan Keselamatan Pasca Kebakaran KMP Batumandi

October 29, 2026
ASDP Operasikan KMP Portlink III, Perkuat Layanan Merak-Bakauheni

ASDP Operasikan KMP Portlink III, Perkuat Layanan Merak-Bakauheni

October 27, 2026
Info Pelabuhan

© 2026 Info Pelabuhan - Website by D-IT Development.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Kelautan & Perikanan
  • Pelabuhan
  • Transportasi
  • Umum
  • Kelautan
  • Ekonomi

© 2026 Info Pelabuhan - Website by D-IT Development.