• Latest
  • Trending

Di Balik Wewenang: Ketika Kuasa Kehilangan Jarak

April 17, 2026
Dua Kapal ASDP Cabang Merauke Tunda Pelayaran, Ini Penjelasan GM Rizal Agustiar

Dua Kapal ASDP Cabang Merauke Tunda Pelayaran, Ini Penjelasan GM Rizal Agustiar

July 25, 2026
Beri Award untuk PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak sebagai Mitra Pers, PJS Kukuhkan Pengurus Daerah pada Malam Anugerah Munas III

Beri Award untuk PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak sebagai Mitra Pers, PJS Kukuhkan Pengurus Daerah pada Malam Anugerah Munas III

July 23, 2026
PJS Kumpulkan Pengurus se-Indonesia, Siap Ketuk Pintu Dewan Pers.

PJS Kumpulkan Pengurus se-Indonesia, Siap Ketuk Pintu Dewan Pers.

July 21, 2026
ASDP Percepat Sterilisasi Enam Pelabuhan Demi Layanan Penyeberangan Modern Berstandar Keselamatan Tinggi

ASDP Percepat Sterilisasi Enam Pelabuhan Demi Layanan Penyeberangan Modern Berstandar Keselamatan Tinggi

July 17, 2026
Kapolsek KSKP Merak IPTU Agie Dwisetio Putra Perkuat Sinergi dengan Awak Media

Kapolsek KSKP Merak IPTU Agie Dwisetio Putra Perkuat Sinergi dengan Awak Media

July 16, 2026
ASDP Merak Tingkatkan Standar Keselamatan Melalui Sterilisasi Kawasan dan Pembangunan Pedestrian Fence

ASDP Merak Tingkatkan Standar Keselamatan Melalui Sterilisasi Kawasan dan Pembangunan Pedestrian Fence

July 14, 2026
Perbaikan Fender Dermaga 7 Jadi Upaya Tingkatkan Keselamatan Sandar Kapal di ASDP Cabang Merak

Perbaikan Fender Dermaga 7 Jadi Upaya Tingkatkan Keselamatan Sandar Kapal di ASDP Cabang Merak

July 12, 2026
Merak VTS Keluarkan Peringatan Navigasi, Kapal Diminta Jauhi Anak Krakatau Radius 5 Mil Laut

Merak VTS Keluarkan Peringatan Navigasi, Kapal Diminta Jauhi Anak Krakatau Radius 5 Mil Laut

July 4, 2026
Lemahnya Pengawasan SPM Disorot, Area Bermain Anak di KMP Wira Qaila Dipertanyakan, Sudah Sesuai Standar Keselamatan?

Lemahnya Pengawasan SPM Disorot, Area Bermain Anak di KMP Wira Qaila Dipertanyakan, Sudah Sesuai Standar Keselamatan?

July 3, 2026
PT Pelayaran Surya Timur Line Resmi Ekspansi ke Rute Jangkar–Lembar, KMP Shalem Mulai Beroperasi

PT Pelayaran Surya Timur Line Resmi Ekspansi ke Rute Jangkar–Lembar, KMP Shalem Mulai Beroperasi

June 30, 2026
TNI AL Perkuat Profesionalisme Prajurit, Komandan Kodaeral III Resmikan Lapangan Tembak di Banten

TNI AL Perkuat Profesionalisme Prajurit, Komandan Kodaeral III Resmikan Lapangan Tembak di Banten

June 26, 2026
GAPASDAP Merak Mengucapkan Selamat Hari Pelaut Sedunia 2026

GAPASDAP Merak Mengucapkan Selamat Hari Pelaut Sedunia 2026

June 26, 2026
Retail
Thursday, July 30, 2026
Subscription
Advertise
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Nasional
  • Daerah
  • Kelautan & Perikanan
  • Pelabuhan
  • Transportasi
  • Umum
  • Kelautan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Info Pelabuhan
No Result
View All Result

Di Balik Wewenang: Ketika Kuasa Kehilangan Jarak

Oleh: Red infopelabuhan.com

by admin
April 17, 2026
in Daerah, Nasional, Pelabuhan, Transportasi, Umum
0

Dalam setiap struktur pemerintahan, pejabat publik memegang peran yang tidak sederhana. Ia bukan sekadar pelaksana aturan, melainkan juga representasi dari negara itu sendiri. Keputusan, sikap, bahkan isyarat yang ia berikan kerap dibaca sebagai perpanjangan dari otoritas institusi.

YOU MAY ALSO LIKE

Dua Kapal ASDP Cabang Merauke Tunda Pelayaran, Ini Penjelasan GM Rizal Agustiar

Beri Award untuk PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak sebagai Mitra Pers, PJS Kukuhkan Pengurus Daerah pada Malam Anugerah Munas III

Di sinilah letak kerentanannya, Dugaan intervensi terhadap pengelolaan usaha di atas kapal di lintasan Merak–Bakauheni mengajak kita melihat lebih dekat pada posisi pejabat sebagai pemegang kewenangan. Bukan semata apa yang dilakukan, tetapi bagaimana kuasa itu bekerja melalui dirinya. Sebab dalam praktiknya, kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk instruksi formal. Ia dapat muncul dalam nada percakapan, dalam saran yang terasa seperti arahan, bahkan dalam diam yang mengandung makna.Sabtu (4/4/26)

Seorang pejabat, terlebih yang memiliki kewenangan regulatif, berdiri dalam posisi yang asimetris terhadap pelaku usaha. Dalam relasi semacam itu, batas antara komunikasi dan tekanan menjadi tipis. Apa yang mungkin dimaksudkan sebagai “permintaan” dapat diterjemahkan sebagai “keharusan”. Apa yang tampak sebagai “opsi” dapat dirasakan sebagai “risiko” jika diabaikan.

Filsuf menyebut bahwa kekuasaan modern bekerja bukan hanya melalui larangan atau perintah, tetapi melalui produksi kepatuhan. Ia tidak perlu selalu memaksa; cukup menciptakan kondisi di mana pihak lain merasa perlu menyesuaikan diri. Dalam konteks ini, kekhawatiran pelaku usaha terhadap izin operasional menjadi cermin bagaimana kuasa dapat bekerja secara halus namun efektif.

Namun, persoalan menjadi lebih kompleks ketika kekuasaan tidak lagi berhenti pada fungsi regulatif, melainkan mulai beririsan dengan kepentingan pribadi. Di titik ini, muncul apa yang dapat disebut sebagai kecenderungan oportunistik—ketika kewenangan dimanfaatkan untuk membuka ruang keuntungan tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Praktik semacam ini sering kali tidak tampil secara terang. Ia beroperasi di wilayah abu-abu, memanfaatkan celah relasi dan ketimpangan posisi. Kepentingan pribadi tidak selalu dinyatakan, tetapi dapat terbaca melalui pola: arah komunikasi, pihak yang diuntungkan, serta konsekuensi yang dibayangkan jika “arahan” tidak diikuti.

Yang menjadi persoalan bukan hanya kemungkinan adanya penyimpangan, tetapi juga kesadaran akan batas. Sejauh mana seorang pejabat mampu menahan diri untuk tidak melampaui wilayah yang bukan menjadi domainnya? Di titik ini, integritas tidak lagi sekadar soal kepatuhan terhadap aturan tertulis, melainkan kemampuan menjaga jarak dari godaan untuk menggunakan kewenangan demi kepentingan yang lebih sempit.

Dalam sektor strategis seperti transportasi laut, posisi pejabat menjadi semakin krusial. Ia berada di simpul yang menghubungkan kepentingan negara, pelaku usaha, dan publik. Setiap langkah yang diambil—atau bahkan yang diisyaratkan—dapat menggeser keseimbangan di antara ketiganya.

Karena itu, persoalan dugaan intervensi ini tidak cukup dilihat sebagai isu individual, melainkan sebagai refleksi sistemik. Ia menunjukkan betapa pentingnya membangun kultur kelembagaan yang tidak hanya mengandalkan aturan, tetapi juga etika kekuasaan. Sebab tanpa etika, kewenangan mudah berubah menjadi privilese—dan dari sana, menjadi instrumen kepentingan.

Pada akhirnya, kekuasaan selalu membawa kemungkinan untuk melampaui batas. Namun justru di situlah ukuran seorang pejabat ditentukan: bukan pada seberapa besar kewenangan yang dimiliki, melainkan pada seberapa jauh ia mampu menahan diri untuk tidak menggunakannya secara berlebihan.

Sebab negara yang kuat tidak hanya ditopang oleh aturan yang tegas, tetapi juga oleh pejabat yang tahu di mana harus berhenti.

Red

ShareSend

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

No Result
View All Result

Recent News

Dua Kapal ASDP Cabang Merauke Tunda Pelayaran, Ini Penjelasan GM Rizal Agustiar

Dua Kapal ASDP Cabang Merauke Tunda Pelayaran, Ini Penjelasan GM Rizal Agustiar

July 25, 2026
Beri Award untuk PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak sebagai Mitra Pers, PJS Kukuhkan Pengurus Daerah pada Malam Anugerah Munas III

Beri Award untuk PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak sebagai Mitra Pers, PJS Kukuhkan Pengurus Daerah pada Malam Anugerah Munas III

July 23, 2026
PJS Kumpulkan Pengurus se-Indonesia, Siap Ketuk Pintu Dewan Pers.

PJS Kumpulkan Pengurus se-Indonesia, Siap Ketuk Pintu Dewan Pers.

July 21, 2026
Info Pelabuhan

© 2026 Info Pelabuhan - Website by D-IT Development.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Nasional
  • Daerah
  • Kelautan & Perikanan
  • Pelabuhan
  • Transportasi
  • Umum
  • Kelautan
  • Ekonomi

© 2026 Info Pelabuhan - Website by D-IT Development.