• Latest
  • Trending

Di Balik Wewenang: Ketika Kuasa Kehilangan Jarak

April 17, 2026
DIDUGA MOBIL BERMUATAN ROKOK ILEGAL MELINTAS DI DERMAGA EKSEKUTIF PELABUHAN MERAK

DIDUGA MOBIL BERMUATAN ROKOK ILEGAL MELINTAS DI DERMAGA EKSEKUTIF PELABUHAN MERAK

September 11, 2026
KSOP Kelas I Banten Dampingi Fire Drill dan Abandon Ship KMP Erine dan Rhisel Milik PT. STL Grup Cabang Merak

KSOP Kelas I Banten Dampingi Fire Drill dan Abandon Ship KMP Erine dan Rhisel Milik PT. STL Grup Cabang Merak

September 7, 2026
Celah Pengawasan ODOL dan Muatan Berbahaya di Pelabuhan Merak Masih Terbuka

Celah Pengawasan ODOL dan Muatan Berbahaya di Pelabuhan Merak Masih Terbuka

September 6, 2026
UPP Labuhan Lombok Hentikan Sementara SPB 4 Kapal PT Atosim Lampung Pelayaran di Lintas Kayangan – Pototano

UPP Labuhan Lombok Hentikan Sementara SPB 4 Kapal PT Atosim Lampung Pelayaran di Lintas Kayangan – Pototano

September 4, 2026
Bendera Merah Putih Nongkrong di Besi Portal Keluar Masuk Kendaraan Perumahan Mess Bea Cukai Merak, Warga: Tidak Hormati Lambang Negara

Bendera Merah Putih Nongkrong di Besi Portal Keluar Masuk Kendaraan Perumahan Mess Bea Cukai Merak, Warga: Tidak Hormati Lambang Negara

September 1, 2026
Truk Bermuatan Batu Bara dan Minyak Berbaur dengan Penumpang, Pengawasan Dipertanyakan

Truk Bermuatan Batu Bara dan Minyak Berbaur dengan Penumpang, Pengawasan Dipertanyakan

August 30, 2026
Wakil Wali Kota Hadiri HUT Pramuka ke-65, Visualisasi GEGALANG Madrasah Pukau Ribuan Peserta di Cilegon

Wakil Wali Kota Hadiri HUT Pramuka ke-65, Visualisasi GEGALANG Madrasah Pukau Ribuan Peserta di Cilegon

August 28, 2026
Kemenhub Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Perkuat Keselamatan Pelayaran

Kemenhub Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Perkuat Keselamatan Pelayaran

August 28, 2026
Kemenhub Tambah 25 Auditor ISPS Code, Pengawasan Keamanan Kapal dan Pelabuhan Diperkuat

Kemenhub Tambah 25 Auditor ISPS Code, Pengawasan Keamanan Kapal dan Pelabuhan Diperkuat

August 28, 2026
Dari Tanjung Priok ke Pontianak, Kemenhut Buru Jaringan Perdagangan Sisik Trenggiling

Dari Tanjung Priok ke Pontianak, Kemenhut Buru Jaringan Perdagangan Sisik Trenggiling

August 28, 2026
Sterilisasi Pelabuhan Resmi Diterapkan, ASDP Perkuat Keselamatan dan Ketertiban Kawasan Pelabuhan

Sterilisasi Pelabuhan Resmi Diterapkan, ASDP Perkuat Keselamatan dan Ketertiban Kawasan Pelabuhan

August 28, 2026
Dugaan Perjodohan Perempuan Muda Cilegon dengan WNA Cina Dijanjikan Uang hingga Rp500 Juta

Dugaan Perjodohan Perempuan Muda Cilegon dengan WNA Cina Dijanjikan Uang hingga Rp500 Juta

August 27, 2026
Retail
Monday, September 14, 2026
Subscription
Advertise
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Nasional
  • Daerah
  • Kelautan & Perikanan
  • Pelabuhan
  • Transportasi
  • Umum
  • Kelautan
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Info Pelabuhan
No Result
View All Result

Di Balik Wewenang: Ketika Kuasa Kehilangan Jarak

Oleh: Red infopelabuhan.com

by admin
April 17, 2026
in Daerah, Nasional, Pelabuhan, Transportasi, Umum
0

Dalam setiap struktur pemerintahan, pejabat publik memegang peran yang tidak sederhana. Ia bukan sekadar pelaksana aturan, melainkan juga representasi dari negara itu sendiri. Keputusan, sikap, bahkan isyarat yang ia berikan kerap dibaca sebagai perpanjangan dari otoritas institusi.

YOU MAY ALSO LIKE

DIDUGA MOBIL BERMUATAN ROKOK ILEGAL MELINTAS DI DERMAGA EKSEKUTIF PELABUHAN MERAK

KSOP Kelas I Banten Dampingi Fire Drill dan Abandon Ship KMP Erine dan Rhisel Milik PT. STL Grup Cabang Merak

Di sinilah letak kerentanannya, Dugaan intervensi terhadap pengelolaan usaha di atas kapal di lintasan Merak–Bakauheni mengajak kita melihat lebih dekat pada posisi pejabat sebagai pemegang kewenangan. Bukan semata apa yang dilakukan, tetapi bagaimana kuasa itu bekerja melalui dirinya. Sebab dalam praktiknya, kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk instruksi formal. Ia dapat muncul dalam nada percakapan, dalam saran yang terasa seperti arahan, bahkan dalam diam yang mengandung makna.Sabtu (4/4/26)

Seorang pejabat, terlebih yang memiliki kewenangan regulatif, berdiri dalam posisi yang asimetris terhadap pelaku usaha. Dalam relasi semacam itu, batas antara komunikasi dan tekanan menjadi tipis. Apa yang mungkin dimaksudkan sebagai “permintaan” dapat diterjemahkan sebagai “keharusan”. Apa yang tampak sebagai “opsi” dapat dirasakan sebagai “risiko” jika diabaikan.

Filsuf menyebut bahwa kekuasaan modern bekerja bukan hanya melalui larangan atau perintah, tetapi melalui produksi kepatuhan. Ia tidak perlu selalu memaksa; cukup menciptakan kondisi di mana pihak lain merasa perlu menyesuaikan diri. Dalam konteks ini, kekhawatiran pelaku usaha terhadap izin operasional menjadi cermin bagaimana kuasa dapat bekerja secara halus namun efektif.

Namun, persoalan menjadi lebih kompleks ketika kekuasaan tidak lagi berhenti pada fungsi regulatif, melainkan mulai beririsan dengan kepentingan pribadi. Di titik ini, muncul apa yang dapat disebut sebagai kecenderungan oportunistik—ketika kewenangan dimanfaatkan untuk membuka ruang keuntungan tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Praktik semacam ini sering kali tidak tampil secara terang. Ia beroperasi di wilayah abu-abu, memanfaatkan celah relasi dan ketimpangan posisi. Kepentingan pribadi tidak selalu dinyatakan, tetapi dapat terbaca melalui pola: arah komunikasi, pihak yang diuntungkan, serta konsekuensi yang dibayangkan jika “arahan” tidak diikuti.

Yang menjadi persoalan bukan hanya kemungkinan adanya penyimpangan, tetapi juga kesadaran akan batas. Sejauh mana seorang pejabat mampu menahan diri untuk tidak melampaui wilayah yang bukan menjadi domainnya? Di titik ini, integritas tidak lagi sekadar soal kepatuhan terhadap aturan tertulis, melainkan kemampuan menjaga jarak dari godaan untuk menggunakan kewenangan demi kepentingan yang lebih sempit.

Dalam sektor strategis seperti transportasi laut, posisi pejabat menjadi semakin krusial. Ia berada di simpul yang menghubungkan kepentingan negara, pelaku usaha, dan publik. Setiap langkah yang diambil—atau bahkan yang diisyaratkan—dapat menggeser keseimbangan di antara ketiganya.

Karena itu, persoalan dugaan intervensi ini tidak cukup dilihat sebagai isu individual, melainkan sebagai refleksi sistemik. Ia menunjukkan betapa pentingnya membangun kultur kelembagaan yang tidak hanya mengandalkan aturan, tetapi juga etika kekuasaan. Sebab tanpa etika, kewenangan mudah berubah menjadi privilese—dan dari sana, menjadi instrumen kepentingan.

Pada akhirnya, kekuasaan selalu membawa kemungkinan untuk melampaui batas. Namun justru di situlah ukuran seorang pejabat ditentukan: bukan pada seberapa besar kewenangan yang dimiliki, melainkan pada seberapa jauh ia mampu menahan diri untuk tidak menggunakannya secara berlebihan.

Sebab negara yang kuat tidak hanya ditopang oleh aturan yang tegas, tetapi juga oleh pejabat yang tahu di mana harus berhenti.

Red

ShareSend

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

No Result
View All Result

Recent News

DIDUGA MOBIL BERMUATAN ROKOK ILEGAL MELINTAS DI DERMAGA EKSEKUTIF PELABUHAN MERAK

DIDUGA MOBIL BERMUATAN ROKOK ILEGAL MELINTAS DI DERMAGA EKSEKUTIF PELABUHAN MERAK

September 11, 2026
KSOP Kelas I Banten Dampingi Fire Drill dan Abandon Ship KMP Erine dan Rhisel Milik PT. STL Grup Cabang Merak

KSOP Kelas I Banten Dampingi Fire Drill dan Abandon Ship KMP Erine dan Rhisel Milik PT. STL Grup Cabang Merak

September 7, 2026
Celah Pengawasan ODOL dan Muatan Berbahaya di Pelabuhan Merak Masih Terbuka

Celah Pengawasan ODOL dan Muatan Berbahaya di Pelabuhan Merak Masih Terbuka

September 6, 2026
Info Pelabuhan

© 2026 Info Pelabuhan - Website by D-IT Development.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • Nasional
  • Daerah
  • Kelautan & Perikanan
  • Pelabuhan
  • Transportasi
  • Umum
  • Kelautan
  • Ekonomi

© 2026 Info Pelabuhan - Website by D-IT Development.