CILEGON – Kapal nelayan KM Marina 7 terbakar di perairan Pulau Ular, Ciwandan, Kota Cilegon, Kamis (19/2/2025) pagi. Dalam peristiwa tersebut, satu awak buah kapal (ABK) dilaporkan meninggal dunia.

Insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 08.36 WIB di koordinat 05°57.090″ LS dan 105°54.547″ BT, atau sekitar 19,60 nautical mile dari Dermaga Carita. Titik api pertama kali diketahui setelah terlihat kepulan asap dari sisi kiri kapal.
Laporan awal disampaikan kapal MV Glory Majesty kepada VTS Merak pada pukul 08.36 WIB. Enam menit berselang, pukul 08.42 WIB, kapal MV Vianca melaporkan bahwa kapal nelayan KM Sumber Sejati bergerak mendekati lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi.
Proses penyelamatan berlangsung cepat. Pada pukul 08.58 WIB, KMP Portlink V mengonfirmasi bahwa seluruh awak KM Marina 7 telah berhasil dievakuasi. Total terdapat 16 orang di atas kapal, yang kemudian dibawa menuju Dermaga Lanal Banten.
Dari jumlah tersebut, 15 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang meninggal dunia.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan terhadap para korban.
“Berdasarkan data sementara, jumlah korban yang berhasil diselamatkan sebanyak 15 orang, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia. Hingga saat ini, data korban masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas terkait,” ujarnya, Kamis (19/2/2025).
Basarnas Banten langsung berkoordinasi intensif dengan VTS Merak untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Pada pukul 09.45 WIB, tim SAR mengerahkan RIB 02 Banten menuju lokasi kejadian. Sementara itu, Unit Siaga SAR Merak bergerak ke Dermaga Lanal Banten guna penanganan lanjutan terhadap para korban.
Menurut Al Amrad, kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan dan relatif mendukung proses evakuasi. Hingga kini, penyebab kebakaran KM Marina 7 masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa risiko di laut bisa datang tiba-tiba—dan respons cepat menjadi kunci menyelamatkan nyawa.
ReD














