
Cilegon – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak melaksanakan pekerjaan pengecatan di sejumlah fasilitas pelabuhan menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Seluruh pekerjaan dilakukan dengan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap.
Pekerjaan pengecatan difokuskan pada akses jembatan penghubung (aksesbrik) dermaga eksekutif, area dermaga ekspres, serta fasilitas di Dermaga 5. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan estetika, menjaga ketahanan struktur dari korosi, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
Jembatan penghubung aksesbrik merupakan fasilitas yang menghubungkan area darat dengan kapal di dermaga dan berfungsi sebagai jalur keluar-masuk penumpang serta kendaraan. Fasilitas ini memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan proses embarkasi dan debarkasi, khususnya pada layanan penyeberangan eksekutif.
Gery, salah satu pengawas pekerjaan, menyampaikan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur K3, termasuk kewajiban penggunaan APD oleh seluruh pekerja guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
“Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan APD lengkap dan bekerja sesuai prosedur K3 agar pekerjaan berjalan aman dan lancar, terutama di area operasional pelabuhan yang tetap aktif,” ujarnya.
Selain itu, pengecatan pada dermaga ekspres yang dapat difungsikan secara fleksibel sebagai dermaga reguler saat terjadi lonjakan penumpang juga dilakukan dengan pengamanan area kerja serta pengaturan lalu lintas kendaraan demi menjaga keselamatan pengguna jasa.

Pengawas lapangan, Kris, menambahkan bahwa pekerjaan pengecatan di Dermaga 5 meliputi struktur dermaga, area tunggu, serta fasilitas penunjang sistem operasional MB/stream, dengan pengawasan ketat terhadap penerapan K3 selama pekerjaan berlangsung.
ASDP memastikan seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap dan terukur tanpa mengganggu operasional penyeberangan. Seluruh kegiatan ditargetkan rampung sebelum puncak arus Nataru.
“Dengan kesiapan fasilitas dan penerapan K3 yang optimal, kami berharap layanan penyeberangan Merak–Bakauheni selama Nataru dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman,” tutupnya.















