MERAK – info Pelabuhan.site || Sistem menlais yang selama ini digadang-gadang sebagai fondasi digitalisasi pendataan tiket dan manifes di Pelabuhan Merak kembali hanya menjadi pajangan. Di dermaga reguler, perangkat pemindai yang seharusnya memastikan akurasi jumlah penumpang itu dibiarkan tak tersentuh, sementara praktik lama terus berlangsung: tiket dikumpulkan manual, tanpa satu pun proses pemindaian maupun pembukaan sistem MenlaiS.
Fenomena ini bukan kasus tunggal. Hampir setiap hari, pola serupa terlihat di seluruh dermaga reguler. ASDP Cabang Merak berulang kali menyatakan bahwa sistem digital telah disiapkan demi ketertiban dan keselamatan, tetapi kenyataan di lapangan berjalan berlawanan. Celah ketidakpatuhan terbuka lebar—dan yang paling disorot bukan hanya operator kapal, melainkan otoritas yang seharusnya mengawasi.
KSOP Banten kembali berada di tengah kritik. Sebagai lembaga yang memegang mandat keselamatan pelayaran, KSOP rutin menegaskan bahwa manifes akurat merupakan syarat wajib laik layar. Namun suasana di dermaga memperlihatkan kontras: pelanggaran prosedur berlangsung terbuka, sementara kehadiran pengawasan nyaris tak terlihat.
Saat dimintai penjelasan mengenai kewajiban pemindaian barcode tiket, Syahbandar hanya menegaskan bahwa prosedur itu wajib diterapkan. Pernyataan itu justru memperlebar jurang antara regulasi dan fakta lapangan: jika wajib, mengapa pelanggaran dibiarkan berulang tanpa tindakan korektif?
Pihak pelayaran ikut memilih jalan aman. Seorang perwakilan kapal roro berinisial TN hanya menjawab singkat ketika ditanya soal praktik pengumpulan tiket manual tanpan di scan di mainles sat muat kendaraan kedalam kapal “Tanya langsung ke ASDP biar pas,” ujarnya.
Dalih efisiensi dan percepatan muat kerap menjadi pembenaran tak resmi. Namun tanpa pemindaian MenlaiS, akurasi manifes tak bisa dijamin. Rentang kesalahan mulai dari jumlah penumpang hingga kendaraan bisa terjadi, dan itu langsung berhubungan dengan tanggung jawab KSOP: keselamatan pelayaran.
Transformasi digital yang dicanangkan pemerintah pusat seharusnya menutup celah manipulasi dan human error. Tetapi di Merak, digitalisasi mandek bukan karena sistem, melainkan karena lemahnya pengawasan di titik paling krusial arus penumpang.
Hingga berita ini diturunkan, ASDP Cabang Merak belum memberikan pernyataan resminya. ( Red )















