CILEGON Info Pelabuhan.Site — Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali menegaskan pentingnya budaya keselamatan pelayaran, terutama bagi masyarakat pesisir dan nelayan di Provinsi Banten. Penegasan itu disampaikan dalam Kampanye Keselamatan Pelayaran 2025 yang digelar di Cilegon, Selasa, 19 November 2025.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah membagikan 1.205 life jacket dan 50 life buoy, serta menerbitkan 848 Pas Kecil dan 2.645 Buku Pelaut Merah. Paket sembako juga disalurkan bagi masyarakat maritim di Banten, Lampung, dan DKI Jakarta sebagai bentuk kehadiran negara dalam memperkuat keselamatan sekaligus legalitas pelayaran ,Keselamatan sebagai Budaya, Bukan Sekadar Formalitas

Menteri Perhubungan yang diwakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menekankan bahwa keselamatan pelayaran tidak dapat dipandang sebagai kewajiban administratif semata.
“Kampanye ini bukan seremonial, tetapi wujud nyata komitmen pemerintah untuk membangun budaya keselamatan. Keselamatan harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kepatuhan,” ujar Masyhud.
Ia menyebut bahwa penerbitan Buku Pelaut Merah, E-Pas Kecil, hingga pembagian alat keselamatan menjadi langkah untuk memastikan nelayan memiliki identitas resmi dan legalitas yang memadai dalam berlayar. “Setiap nyawa yang selamat adalah keberhasilan kita semua,” katanya.
Masyhud menambahkan, penguatan keselamatan menjadi semakin penting menjelang arus puncak Natal dan Tahun Baru, terutama pada jalur padat Merak–Bakauheni yang menjadi salah satu poros vital transportasi laut nasional.
Dukungan Nyata bagi Nelayan dan Masyarakat Pesisir
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pelayaran (KPLP), Capt. Hendri Ginting, menekankan bahwa rangkaian bantuan yang diberikan pemerintah diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan keselamatan.
“Seluruh bantuan ini fokus pada satu hal: memastikan masyarakat dan nelayan dapat berlayar dengan lebih aman. Pemerintah hadir untuk melindungi, bukan hanya mengawasi,” ujarnya. (DD/Red)














