InfoPelabuhan.Site || Jakarta – Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Selama Masa Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Pengaturan ini mencakup rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dan lajur pasang surut (tidal flow/contra flow) untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama periode libur akhir tahun.
Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang bepergian. “Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan mengutamakan keselamatan pengguna jalan,” ujar Ahmad Yani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/12/2024).

Detail Pengaturan Tidal Flow :
Jakarta – Cikampek
Arah Cikampek (KM 47 – KM 70) Berlaku pada 21, 24, 26, 27, 28, 29 Desember 2024 (pukul 06.00–10.00 WIB) dan 1 Januari 2025 (pukul 06.00–12.00 WIB).
Arah Jakarta (KM 70 – KM 47) Berlaku pada 26–28 Desember 2024 (pukul 14.00–22.00 WIB), 29 Desember 2024 (pukul 12.00–24.00 WIB), dan 1 Januari 2025 (pukul 06.00–12.00 WIB).
Jakarta – Bogor – Ciawi
Arah Ciawi (KM 44 – KM 46) Berlaku pada 21, 22, 24, 26, 27, 28, 29 Desember 2024 (pukul 06.00–13.00 WIB) dan 1 Januari 2025 (pukul 06.00–13.00 WIB).
Arah Jakarta (KM 21 – KM 8)Berlaku pada 21, 22, 24, 26, 27, 28, 29 Desember 2024 (pukul 15.00–23.00 WIB) dan 1 Januari 2025 (pukul 15.00–23.00 WIB).
Sistem One Way dan Penghentian Proyek Sistem satu arah akan diberlakukan secara fleksibel sesuai kondisi lalu lintas, diskresi kepolisian, dan hasil evaluasi situasional. Selain itu, seluruh proyek konstruksi di ruang manfaat jalan dihentikan sementara pada 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 demi kelancaran arus kendaraan.
Ahmad Yani juga menegaskan bahwa pengaturan ini bersifat dinamis dan dapat dievaluasi berdasarkan kondisi di lapangan. “Manajemen operasional lalu lintas dapat disesuaikan dengan diskresi petugas kepolisian untuk menjamin kelancaran perjalanan masyarakat,” tambahnya.
Diperkirakan sekitar 110 juta orang akan bepergian selama libur Natal dan Tahun Baru kali ini, dengan mayoritas tujuanuntuk berlibur. (AN/Rd)














