INFOPELABUHAN.SITE – Perbaikan Moveable Bridge (MB) di Dermaga 3 Pelabuhan Merak, yang dilakukan oleh kontraktor Yudis KSA, kini berada di bawah sorotan tajam publik. Proyek ini tetap berjalan di tengah operasional dermaga tanpa adanya pemberitahuan resmi, menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna serta kepatuhan terhadap standar operasional dan keselamatan pelabuhan.Jumat (22/10/24)

Tidak Ada Sosialisasi, Risiko Meningkat Proyek ini dilaksanakan tanpa penghentian aktivitas dermaga, bahkan tanpa langkah sosialisasi kepada pengguna atau pihak terkait. Dengan area dermaga yang menjadi titik vital transportasi, ketiadaan pengaturan keamanan seperti penutupan sebagian area atau pengaturan lalu lintas dermaga dinilai membahayakan.
Reaksi ASDP: Minim Penjelasan ASDP, selaku operator pelabuhan, menyatakan bahwa kontraktor Yudis KSA bertanggung jawab atas pengerjaan proyek tersebut. Namun, ASDP tidak memberikan detail terkait langkah pengamanan atau pengawasan keselamatan selama proyek berlangsung. Ketiadaan informasi ini mengindikasikan adanya celah dalam penerapan regulasi dan standar operasional pelabuhan.

Potensi Dampak: Keselamatan dan Citra Terancam Minimnya pengaturan operasional selama proyek berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna dermaga. Selain itu, ketidaktransparanan dalam pengelolaan proyek berisiko merusak citra Pelabuhan Merak sebagai salah satu pintu gerbang transportasi utama Indonesia.
Langkah yang Mendesak Diperlukan
1. Transparansi Informasi
Pengelola proyek harus segera memberikan penjelasan resmi terkait rencana perbaikan, waktu pengerjaan, serta langkah mitigasi risiko.
2. Audit Keselamatan
Pemeriksaan mendalam oleh KSOP dan ASDP diperlukan untuk memastikan proyek ini mematuhi standar keselamatan kerja.
3. Pengawasan Independen
Lembaga pengawas atau ahli keselamatan kerja harus dilibatkan guna memantau pelaksanaan proyek hingga selesai.
Proyek ini menjadi bukti lemahnya penerapan regulasi dan pengawasan di Pelabuhan Merak. Ketiadaan langkah mitigasi dan transparansi dalam pelaksanaan perbaikan MB Dermaga 3 memunculkan risiko nyata bagi keselamatan pengguna dermaga. Langkah pengawasan ketat dan kebijakan tegas harus segera diambil untuk mencegah insiden serius serta menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan pelabuhan.
Ketika dikonfirmasi, pihak kontraktor Yudis KSA belum dapat memberikan keterangan resmi terkait detail pengerjaan proyek ini, termasuk langkah-langkah pengamanan yang diterapkan. Sikap ini semakin mempertegas kurangnya transparansi dalam pelaksanaan proyek di area strategis seperti Dermaga 3.
Red














