
INFOPELABUHAN.SITE
Jakarta (14/11) – Dalam upaya mendorong pengelolaan pelabuhan yang berkelanjutan, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam evaluasi pengelolaan pelabuhan berwawasan lingkungan (Ecoport). Acara ini berlangsung pada Kamis (14/11) di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta.
Fokus pada Pengelolaan Limbah dan Reception Facilities
Bimtek ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai pengelolaan limbah di pelabuhan melalui fasilitas penerimaan (Reception Facilities/RF). Kepala Sub Direktorat Tatanan dan Perencanaan Pengembangan Pelabuhan, Yan Prastomo Ardi, menyampaikan bahwa RF adalah fasilitas wajib untuk memastikan limbah kapal dikelola dengan aman dan sesuai standar internasional.
“Fasilitas penerimaan meliputi tempat penampungan limbah minyak, limbah kimia, air balas yang terkontaminasi, serta sampah padat dari kapal. Penyediaan fasilitas ini menjadi kewajiban pelabuhan untuk memenuhi konvensi internasional seperti MARPOL yang diadopsi oleh International Maritime Organization (IMO),” jelas Yan.
Langkah ini juga mendukung persiapan Indonesia menghadapi audit IMSAS (IMO Member State Audit Scheme) pada Februari 2025, di mana pelabuhan diharapkan mampu memenuhi standar pengelolaan limbah berdasarkan ketentuan MARPOL.
Meningkatkan Evaluasi Mandiri dengan Aplikasi SIRANI
Sebagai salah satu alat bantu, aplikasi SIRANI digunakan untuk evaluasi mandiri pengelolaan pelabuhan berwawasan lingkungan. Evaluasi ini membantu pelabuhan menilai tingkat keberlanjutan lingkungan dan menyusun langkah-langkah perbaikan.
“Melalui evaluasi mandiri ini, pelabuhan dapat langsung mengetahui area yang perlu ditingkatkan dan mengadopsi praktik ramah lingkungan untuk mencapai standar keberlanjutan,” ujar Yan.
Kerangka Kebijakan Ecoport
Upaya pengelolaan pelabuhan berwawasan lingkungan telah dituangkan dalam Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor KP-DJPL 689 Tahun 2022. Kebijakan ini menjadi pedoman bagi pelabuhan untuk meningkatkan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Dukungan SDM untuk Pelabuhan yang Ramah Lingkungan
Peserta Bimtek kali ini berasal dari penyelenggara pelabuhan di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Kegiatan ini merupakan periode pertama di tahun 2024 dan diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan pelabuhan Indonesia yang ramah lingkungan serta berdampak positif bagi ekosistem dan masyarakat sekitar.
“Program ini tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga memperkuat komitmen Indonesia dalam menjaga keberlanjutan lingkungan laut,” tutup Yan.
🔴RED















