
INFOPELABUHAN.SITE Jakarta – Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana transportasi laut yang andal melalui penguatan regulasi di sektor kepelabuhanan, terutama dalam perancangan dan pembangunan fasilitas pelabuhan. Paripurna Sandinugraha, Kepala Subdirektorat Desain Teknis dan Program Pengembangan Fasilitas Pelabuhan, menyatakan bahwa operator pelabuhan yang menggunakan Barang Milik Negara (BMN) wajib menerapkan norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) yang berlaku. Kamis (07/11/24)
NSPK ini mencakup pedoman identifikasi dan penilaian kondisi aset pelabuhan melalui pemeriksaan independen atau “harga diri” aset pelabuhan, yang dilakukan oleh penyelenggara pelabuhan. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa kondisi aset pelabuhan terjaga dan dapat mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Peningkatan kualitas transportasi laut ini tidak hanya memerlukan regulasi yang ketat tetapi juga pedoman perencanaan dan pengujian yang independen. Tahapan perencanaan fasilitas pelabuhan, misalnya, mengharuskan adanya dokumen kajian seperti Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), Studi Kelayakan (SID), dan Detail Engineering Design (DED), yang harus disesuaikan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 112 Tahun 2017.
Selain itu, Dirjen Perhubungan Laut juga mengarahkan pembuatan Manual Penilaian Mandiri Aset Fasilitas Pelabuhan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran operator pelabuhan terkait status aset di wilayah masing-masing. Manual ini menjadi pedoman yang jelas untuk audit aset, pengembangan dana anggaran, serta peningkatan kompetensi teknis dalam pembangunan fasilitas pelabuhan.
Sandi menambahkan bahwa pemahaman yang kuat dalam perencanaan fasilitas dan inspeksi pelabuhan sangat penting untuk mencapai pembangunan yang efisien dan tepat sasaran. Harapannya, kualitas SID, DED, dan rancangan teknis fasilitas pelabuhan dapat meningkat sehingga mendukung pembangunan, rehabilitasi, serta pengembangan infrastruktur pelabuhan di seluruh Indonesia. Red















