CILEGON – Pekerjaan perbaikan betonisasi di jalur masuk kawasan Dermaga Eksekutif Merak terus berlangsung dengan mengedepankan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas pekerjaan di lapangan. Penerapan standar keselamatan dilakukan secara disiplin oleh vendor pelaksana guna memastikan proses pengerjaan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas pengguna jasa pelabuhan.Minggu (25/5/26)
Di tengah tingginya mobilitas kendaraan dan penumpang di kawasan pelabuhan, para pekerja terlihat tetap mematuhi prosedur keselamatan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, mulai dari helm keselamatan, rompi reflektif, sarung tangan, hingga sepatu pelindung saat melakukan proses pengecoran dan perbaikan betonisasi di area proyek.

Pantauan di lokasi menunjukkan area pekerjaan telah dilengkapi pembatas proyek, rambu peringatan, serta pengaturan jalur kendaraan guna meminimalisir potensi gangguan maupun risiko kecelakaan kerja. Aktivitas pekerjaan juga dilakukan secara bertahap agar arus kendaraan menuju Dermaga Eksekutif Merak tetap berjalan lancar.
Penerapan budaya K3 tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah pengguna jasa yang melintas di kawasan pelabuhan. Mereka menilai kedisiplinan pekerja dalam menggunakan perlengkapan keselamatan menjadi bentuk komitmen perusahaan terhadap keamanan bersama.
Salah satu pengguna jasa mengaku merasa lebih nyaman saat melintas di area proyek karena pekerjaan dilakukan secara tertib dan memperhatikan keselamatan.
“Kami sebagai pengguna jasa tentu merasa lebih aman melihat pekerja menggunakan APD lengkap. Area pekerjaan juga terlihat tertata, sehingga kendaraan tetap bisa melintas dengan nyaman,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pengawas vendor pelaksana proyek. Menurutnya, seluruh pekerja telah diberikan arahan terkait penerapan standar keselamatan kerja sebelum memasuki area pekerjaan.
“Setiap pekerja wajib mematuhi aturan keselamatan kerja sesuai standar K3 yang diterapkan ASDP. Penggunaan APD menjadi kewajiban selama bekerja untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja dan menjaga kelancaran aktivitas proyek,” katanya.
Ia menjelaskan, pengawasan terhadap penerapan keselamatan dilakukan secara rutin selama pekerjaan berlangsung. Selain memastikan penggunaan APD, pihaknya juga melakukan pengecekan kondisi peralatan kerja serta memastikan area proyek tetap steril dan aman bagi pengguna jasa pelabuhan.
Penerapan budaya keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan menjadi perhatian penting mengingat kawasan tersebut merupakan objek vital transportasi yang beroperasi selama 24 jam dengan intensitas kendaraan logistik, kendaraan pribadi, hingga penumpang pejalan kaki yang cukup tinggi setiap harinya.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sendiri selama ini dikenal konsisten menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang mengacu pada standar internasional ISO 45001:2018. Implementasi budaya keselamatan tidak hanya diterapkan pada operasional penyeberangan, tetapi juga dalam setiap pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas pelabuhan.
Sebagai bentuk penguatan budaya keselamatan, ASDP juga aktif melaksanakan berbagai program internal, salah satunya melalui peringatan Bulan K3 Nasional dengan mengusung tema Safety Starts From Us. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh pekerja, mitra kerja, dan pengguna jasa terhadap pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas kerja maupun pelayanan publik.
Melalui penerapan budaya K3 yang konsisten, pekerjaan betonisasi di kawasan Dermaga Eksekutif Merak diharapkan dapat selesai sesuai target serta mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran akses bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan.
Perbaikan infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan fasilitas pelabuhan yang aman, nyaman, dan representatif bagi pengguna jasa penyeberangan Merak–Bakauheni.
Red
















