Merak, info Pelabuhan.Site —PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan bahwa kepadatan dan antrean kendaraan yang terjadi di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Kamis (18/12) merupakan dampak dari peningkatan sangat signifikan volume kendaraan logistik yang mengejar penyelesaian distribusi akhir tahun. Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan dinamika cuaca di perairan Selat Sunda yang belum sepenuhnya stabil, sehingga operasional sandar serta bongkar muat kapal dilakukan dengan kehati-hatian tinggi demi mengutamakan keselamatan pelayaran.kamis (18/12/20225).

Sebelumnya, antrean panjang yang terjadi sejak Rabu (17/12) dini hari sempat berhasil diurai secara bertahap pada rentang pukul 02.00–03.00 WIB. Namun, seiring kembali terjadinya perubahan kondisi cuaca maritim serta meningkatnya kembali arus kendaraan logistik, operasional kapal di dermaga eksekutif maupun reguler memerlukan penyesuaian ritme layanan. Situasi ini menyebabkan antrean kendaraan kembali mengular hingga sekitar tujuh kilometer di luar area pelabuhan.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa antrean saat ini didominasi kendaraan logistik dan truk ekspedisi. “Menjelang akhir tahun, volume kendaraan logistik meningkat sangat tinggi karena pelaku usaha berupaya menyelesaikan distribusi sebelum memasuki periode pembatasan angkutan barang. Di sisi lain, faktor cuaca di Selat Sunda mengharuskan penyesuaian operasional kapal agar keselamatan tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari langkah antisipatif, ASDP bersama regulator telah melakukan kajian penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) untuk mempercepat rotasi kapal. Namun, dengan mempertimbangkan tingginya volume kendaraan logistik yang bergerak dua arah, baik dari Jawa menuju Sumatera maupun dari Sumatera menuju Jawa, strategi operasional tersebut disesuaikan agar keseimbangan layanan di kedua sisi lintasan tetap terjaga dan tidak menimbulkan kepadatan baru di pelabuhan tujuan.
Berdasarkan pembaruan informasi cuaca dari Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Pelabuhan Merak pada Kamis, 18 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar Pelabuhan Merak terpantau berawan, dengan arah angin dari Selatan berkecepatan 14–17 knots, ketinggian gelombang 1,2–1,5 meter, serta arus mengarah ke Barat Daya dengan kecepatan 0,5–0,8 m/s. BMKG juga mengeluarkan Peringatan Dini I (Waspada) berupa angin kencang dengan kecepatan mencapai 15–20 knots dari arah Barat Daya.
BMKG turut mencatat bahwa pada periode 18–21 Desember 2025, pola angin di wilayah Perairan Utara Tangerang, Perairan Utara Serang, Selat Sunda bagian Utara, serta Selat Sunda Barat Pandeglang bergerak dari Selatan–Barat dengan kecepatan 10–25 knots, sementara di Perairan Selatan Pandeglang dan Perairan Selatan Lebak berkisar 5–20 knots. Kondisi tersebut menjadi dasar kewaspadaan dan penyesuaian operasional kapal di lintasan Merak–Bakauheni.
ASDP juga mencermati kebijakan pemerintah terkait pembatasan angkutan barang yang mulai diberlakukan pada 19 Desember 2025 dalam rangka mendukung keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas selama periode Natal dan Tahun Baru. Kebijakan ini turut memengaruhi pola pergerakan kendaraan logistik yang saat ini terakumulasi sebelum masa pembatasan diberlakukan.
ASDP terus berkoordinasi intensif dengan kepolisian, KSOP, BPTD, dan instansi terkait lainnya dalam pengaturan lalu lintas serta pemanfaatan area buffer zone, termasuk rekayasa lalu lintas di kawasan Cikuasa Atas dan sejumlah titik penyangga, guna memastikan antrean tetap terkendali.
ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memantau informasi resmi yang disampaikan oleh ASDP dan BMKG secara berkala. Perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah adaptif dan terukur agar layanan penyeberangan tetap berjalan aman, tertib, dan bertanggung jawab di tengah dinamika cuaca dan tingginya arus kendaraan logistik akhir tahun. (**/Dede)














