
Merak, Banten – Aliansi Peduli Selat Sunda (APSS), yang terdiri dari berbagai Ormas dan LSM, menggelar kegiatan diskusi dan silaturahmi di Kota Merak, Banten, akhir pekan lalu. Pertemuan ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antar anggota aliansi sekaligus menganalisis hubungan antara pelestarian lingkungan dan kegiatan usaha di pelabuhan.
Kegiatan ini membahas isu-isu penting, termasuk pencemaran laut, konservasi pesisir, penguatan ekonomi masyarakat pesisir, serta kondisi dan aktivitas di Pelabuhan Merak. Ketua Koordinator APSS, M. Saban, menekankan bahwa harmonisasi antara kepentingan usaha pelabuhan dan pelestarian lingkungan menjadi fokus utama. “Melalui diskusi ini, kami berharap semua pihak bisa saling bertukar informasi dan membangun sinergi yang lebih kuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Penasehat Bapak Suganda menyampaikan informasi terkait kedatangan kapal baru di Pelabuhan Merak sebagai bagian dari program peremajaan kapal. Kedatangan kapal-kapal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas transportasi laut sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan, karena kapal baru lebih ramah lingkungan.
Para peserta juga menekankan pentingnya dukungan dari pelaku usaha di pelabuhan, termasuk perusahaan pelayaran, serta pihak regulator seperti BPTD, KSOP, dan ASDP Merak. Diskusi menyoroti strategi menjaga keharmonisan antara kegiatan usaha dan kelestarian lingkungan. Hadi Santoso, Koordinator Lapangan APSS, menambahkan bahwa evaluasi program dan perencanaan kegiatan ke depan akan menitikberatkan pada kolaborasi yang mendukung keberlanjutan sekaligus produktivitas pelabuhan.
Para pengusaha penyebrangan dan pelayaran di Pelabuhan Merak diharapkan dapat menjalin kolaborasi yang seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan, sehingga aktivitas usaha tetap produktif namun tetap ramah lingkungan.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus aktif menjalankan program-program peduli lingkungan, sambil memastikan hubungan harmonis antara semua pihak yang beroperasi di wilayah Selat Sunda dan Pelabuhan Merak.
Terakhir, tokoh APSS, Pak Somat, menekankan pentingnya kelancaran koordinasi dan kerja sama. Ia menyatakan, “Jangan sampai prosesnya dipersulit, semua pihak harus bergerak bersama demi keberlanjutan pelabuhan dan lingkungan.”
Red















