
MERAK — PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak menutup sementara operasional Dermaga 5 selama beberapa hari ke depan. Penutupan ini dilakukan untuk mendukung perbaikan jalan akses dermaga yang mengalami kerusakan, sekaligus menjamin keselamatan operasional.
“Perbaikan jalan di Dermaga 5 kami lakukan demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa. Selama pekerjaan berlangsung, Dermaga 5 tidak melayani aktivitas bongkar muat,” ujar Hawely, perwakilan pihak kontraktor proyek, Selasa (5/8).

ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan normal dengan mengalihkan operasional kapal ke dermaga lain. Pekerjaan ini ditargetkan rampung dalam hitungan hari agar Dermaga 5 segera kembali beroperasi.
Selama proses perbaikan, penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dijalankan secara ketat. Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, meliputi:
Helm proyek (safety helmet) untuk melindungi kepala dari risiko benturan.
-Rompi reflektif untuk meningkatkan visibilitas di area kerja dermaga.
-Sepatu safety berstandar SNI untuk mencegah cedera pada kaki.
-Sarung tangan kerja untuk perlindungan dari panas, tajam, atau gesekan.
-Pelindung pendengaran (ear plug) bagi pekerja yang terpapar kebisingan tinggi.
-Kacamata safety untuk mencegah masuknya debu atau material kecil ke mata.
Selain itu, di lapangan telah dipasang rambu-rambu peringatan, pembatas area kerja, dan jalur evakuasi darurat. Tim K3 juga melakukan pengawasan rutin guna memastikan seluruh prosedur dipatuhi.
ASDP berharap penutupan sementara ini tidak berdampak signifikan terhadap kelancaran arus kendaraan, mengingat rekayasa operasional dan pengalihan dermaga sudah dipersiapkan dengan baik.
Red















